Skip to main content

Tech(people)logy

Tech(people)logy adalah istilah yang saya ciptakan disaat ingin membuat artikel ini. Di masa sekarang, orang sudah menganggap teknologi seperti sebuah ideologi. Maksudnya, mereka lebih mengutamakan teknologi dibandingkan hal yang lainnya. Dalam hal ini kita dapat melihat sisi positif dan negatifnya.

Sisi negatif. Oke, kenapa saya memulai dari sisi negatif? Karena manusia biasanya belajar mencari kesalahan terlebih dahulu untuk memperbaiki dirinya. Ada beberapa sisi negatif attitude orang indonesia terhadap teknologi di masa sekarang, antara lain:


1. Disconnect to connect


Istilah ini saya dapatkan di sebuah video iklan dari Thailand, it really touching!! See it:



Berdasarkan video di atas, dapat diartikan bahwa orang-orang memutuskan hubungan di kehidupan nyatanya untuk berhubungan dengan orang-orang di dunia maya. Sadar nggak sih kalau banyak sekali orang Indonesia seperti ini dengan gadget-nya? Di saat temannya ingin cerita masalah yang berat dia malah sibuk dengan BB-nya, alhasil temannya kecewa. Di saat anaknya ingin menggambar bersama, dia malah sibuk dengan ipad-nya. Perlahan-lahan, orang yang penting bagi Anda di dunia nyata akan meninggalkan Anda karena Anda terlalu sibuk dengan dunia baru Anda.

Hal miris yang paling banyak terjadi adalah ketika orang tua lebih memberikan gagdet kepada anaknya agar anaknya tenang dan nggak banyak omong. Padahal sebenarnya itu hanya membunuh jarak yang dekat antara orang tua dan anak, membuat interaksi mereka berkurang. Anak sudah sibuk main games, ibu atau bapaknya sibuk BBM-an. Hal ini dapat berpengaruh kepada tingkah laku anak di masa depan. Tak mengherankan juga banyak anak yang hobi membantah kedua orang tuanya di masa kini karena jarak yang diciptakan terlalu jauh dan membunuh norma-norma kehormatan kepada orang tua. Hati-hatilah terhadap teknologi.


2. Dijadikan ajang membangun dan meruntuhkan citra orang lain.

Jika Anda pengguna twitter, Anda pasti akan melihat banyak akun anonim yang menceritakan kejelekan/kebaikan dari sebuah tokoh. Terkadang malah tokoh masyarakat. Mengungkap hal-hal terpendam seperti korupsi, strategi politik, dan hal-hal tidak diketahui khalayak. Jangan 100% percaya, kadang tak semua hal itu benar. Tapi ya tipikal orang sini mah, dikit-dikit sok tahu. dikit-dikit percaya.

Oleh karena itulah sekarang media digital benar-benar digunakan secara maksimal oleh orang-orang yang mendapatkan celahnya. Membangun citra atau menjatuhkan citra lawan hanya semudah membalikkan telapak tangan. Kini opini masyarakat dapat dibentuk dari media apa saja. Arus informasi tak terbendung ini membuat orang-orang yang tidak mempunyai pengetahuan luas menangkap apa saja info itu tanpa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Oke, tidak semuanya begini. Saya yakin masih ada orang yang mampu mengendalikan pikirannya untuk menyerap sebuah informasi. 


Oh ya, saling membangun dan meruntuhkan citra ini bukan hanya untuk tokoh-tokoh masyarakat, tapi juga untuk teman sendiri. Sadar nggak, kadang hobi kita "membajak" akun twitter/bbm/fb teman itu untuk apa? Membuat hal-hal tidak penting hanya untuk membuat teman kita malu. Oh God, masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan daripada sekedar membajak akun teman.

Percaya tak percaya, acara menjatuhkan citra ini sudah sampe ke kalangan SD, malah sampai tawuran juga. Ya ampuun!


3. Lupa waktu

Kalau istilah orang nan jauh di sana, time is money. Ya, time is money, menghasilkan uang bagi penjaga warnet, operator seluler, dan masih banyak lagi. Orang Indonesia kalau sudah berhadapan dengan media saja, pasti banyak yang lupa waktu. Mau itu nonton film, facebookan, twitteran, main games, pasti banyak yang lupa waktu, lupa makan, lupa mandi, lama-lama lupa hidup dah 

kasian




4. Lupa diri

Banyaaaak, banyak sekali orang yang lupa diri dan lupa daratan kerena teknologi. Ditinjau dari segi "Manusia yang tak pernah puas" ala prinsip ekonomi memang benar. Tapi apa perlu berlebihan? Anak SMP sudah merengek-rengek minta iphone malah kalau nggak dibeliin sampai nggak mau sekolah. Ribuan orang mengantri untuk mendapatkan Blackberry terbaru. Aduuh, apa yang salah dengan dunia ini ? :|



Sudah cukup tentang sisi negatif dari teknologi digital di Indonesia. Nah, sekarang saya akan membahas sisi positifnya;


1. Ajang Bisnis

Bagi orang-orang yang dapat memanfaatkan teknologi yang baik, ini akan mereka jadikan ajang bisnis. Lihat saja, banyak sekali online shop sekarang kan? Cepat, mudah, tepat, dan nggak perlu repot-repot. Menguntungkan konsumen dan produsennya juga. Promosinya gampang, cepat laku. Konsumen tinggal transfer uang, barang sampai ke rumah. Simpel dan praktis!

Tapi sayang sekali karena hal ini jadi banyak produk blackmarket yang beredar luas.
Tapi sayang sekali semakin banyak spam tagging foto jualan online di facebook *curhatmodeon



2. Ajang berkreasi

Hey! percaya ga, dengan adanya teknologi yang canggih kayak gini, makin banyak orang Indonesia "diperhitungkan" di kancah internasional. Karena semakin banyak juga wadah untuk mereka berkreasi dan menunjukkan karya mereka. Seperti SmadAV (antivirus aseli indonesia) , software dan teknologi,website-website,serta desain dan seni karya anak bangsa. Siapa bilang kita kalah dari negara lain? :D

By the way, pada tau nggak kalau teknologi 4g itu orang Indonesia yang bikin? Keren banget kaan

"Indonesia patut berbangga, karena penemu teknologi 4G adalah orang Indonesia, dialah Prof. Khoirul Anwar, yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Khoirul Anwar adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada tahun 2008. Beliau jugapenerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.” (http://forum.kompas.com/nasional/71178-teknologi-4g-ternyata-penemunya-orang-indonesia.html)

Eh lulusan ITB juga toh ? #narsisdikit

3. Wadah belajar

Nah begini kalau kita dapat memanfaatkan teknologi digital masa kini dengan baik. Kita bisa belajar dari banyak referensi, baik luar negeri maupun dalam negeri. Banyak sekali kan video tutorial, e-book, dan website-website yang mengandung informasi untuk wawasan dan pengetahuan kita. Banyak juga tes-tes online, bahkan sekarang kita bisa belajar online seperti fasilitas Blended Learning-nya ITB.  

4. Membangun Relasi

Pada awalnya orang Indonesia yang memakai teknologi berlebihan memang dapat menyebabkan "disconnect to connect". Tapi jika kita dapat mengontrol keadaan, teknologi ini akan berguna sekali untuk membangun relasi. Mendapatkan banyakteman dari daerah mana saja. Tetap dapat berhubungan dengan teman-teman almamater SMA. Bahkan sampai bisa mengadakan Reuni SD. 


Memang, sesuatu itu selalu ada baik dan ada buruknya. Tinggal kita memilih mau jadi bagaimana. Ya seperti kata pepatah , "People have their own way to living"  :)

salam dari saya, si penulis yang awalnya panik karena bingung mau bikin apa.
Frastika Geovani , 16812217





Comments

#gedubrakkk

keren kaliiiii~

isinya memotivasi agar kita semua (para pengguna internet) dpat menghindari hal-hal yang tidak diharapkan terjadi, sekalipun terjadinya di luar dunia maya ~~~~

#palak_kew
rataminy said…
ihhh keren . tuhkan sok merendahkan diri si tika iiissh. haha. iyah positif da negatinya tuh sama2 banyak, yah tetep kita hrus bisa menyaring mana yang baik dan buruk nya dengan kemajuan teknologi, dan harus pintar2 mwmanjfaatkan teknologi :)
Anonymous said…
perfect tika. .
mnrut agung sbg anggta polri. .
teknologi sgt mmbntu tgs kepolisian. .
dan lbh byk sisi pstif drpd ngatif. .
lnjtkan kreativitas kmu tika. .
Unknown said…
Keren, setuju sama tika, butuh kedewasaan dari pengguna teknologi agar hal negatifnya bisa diminimalisir dan agar kita tidak dikendalikan oleh perkembangan teknologi tapi sebaliknya kita lah yang mengendalikannya.
Anonymous said…
pas banget. apalagi di part yang anaknya sibuk ipad-an sedangkan bokap-nyokap sibuk bbm-an. hahaha. gue harap kita bukan termasuk keluaga semacam itu kelak LOL
Unknown said…
keren abisss tik.....

bener banget tuh, zaman sekarang orang orang lebih banyak hidup di dunia maya ketimbang di dunia nyatanya sendiri sehingga rada susah buat di ajak bersosialisasi, dan buat para gamers, jangan sampai lupa waktu ya hahahha......XD
Unknown said…
Wah keren banget tik !
Internet banyak banget kekurangan dan kelebihannya ya ternyata.
sekarang tinggal gimana kita ngegunain internet itu dengan tepat
deazalia said…
setujuuuuuuu harusnya kita bisa bijaksana dalam memakai teknologi yg ada, bukanya malah terlena~ XD
Unknown said…
semua yang berlebihan itu ga baik
Unknown said…
SUPERB!

Can not deny it!
It's a fact that robot will make an invasion toward us as human someday!!

However, we can prevent that by Let's Connect the Disconnect! (˘-˘)ง

Me gusta tu artículo (y)
@ridha : makasii :) iya, lebih baik mencegah daripada mengobati kan :)

@amik : makasi mik :) iya.. bener tuh mesti pinter2, kalau ga kita yang dibodohi.. -,-

@agung : nobody perfect gunk, tapi makasii :) asiik nih anggota polri. iya kalau sama polisi pasti bantu banget, tapi kan khalayak umum sering menyalahgunakannya :)

@magrib : makasii magrib :) asiik kedewasaan

@fikri : aamiin, meski aku tak mau membangun keluarga bersamamu wwkwkwk

@mau : iyaa mau juga jangan maen game mulu :P

@dea : bener de, harus bijaksana , kalau terlena kita yang sengsara

@azmi : idem masbroh :D

@ibal : kwkwkwkw :D me gusta tu your comento :D
Anonymous said…
SALUUUUUT...
zulhasneti said…
Salut dgn gaya bahasamu naaak... meski rada2 tersindir, tp tetap jempol tuk mu..
Apapun itu tetap remotnya sama qt..
Selalu gunakan motto "AMBIL YG BAIK, BUANG YG BURUK, N JADILAH YG TERBAIK...
Cemunguuuuut cantiiiiik....
Unknown said…
bagus nih :v

aku ketawa yang bad luck brian ga jumatan gara2 internet XD

anyway, tetep aja sih dampak positif mah selalu mengikuti dampak positif jadi harus selalu mawas diri :v (y)

Popular posts from this blog

Fotografi dan Frastika Geovani

aku pernah bikin tulisan semacam ini di tahun 2011. tulisan disaat aku telah menetapkan desain sebagai tujuan aku. dan alhamdulillah telah aku jalani sekarang. meski beda jalur dari dkv ke interior. tapi sekarang aku lebih cinta interior :3 lucunya, tulisan aku waktu itu bener-bener kejadian. terutama yang ini  "di design, tugas dan ujian tidak bisa di contek" haha, kita emang ga bisa mencontek tugas dan ujian sama sekali. mau nyontek apa? disini kita dikasih 1 soal dan dosen mengharapkan seribu jawaban sedangkan di jurusan sebelah dosen memberi satu soal dan mengharapkan satu jawaban yang sama. ini yang bikin aku betah, aku senang di perkuliahan. beda banget sama sma, aku bikin rumus baru atau cara lain untuk menemukan jawaban suatu soal malah salah, padahal jawabannya benar :( aku ga suka banget sama contek-contekan. bukan hanya karena prinsip ini aku pegang sejak kecil. tapi.... siapa juga yang ga kecewa usaha dia belajar dikalahkan dengan mbah goog...

senampeteen undangan

#postingan ini hanya sekedar opini, dan bukan bermaksud untuk hal apapun. semoga bisa dijadikan bahan acuan untuk sistem pendidikan bagi generasi berikutnya. SEMUA ORANG PASTI MAU IKUT SNMPTN UNDANGAN KENAPA? ADUUH GAMPANG MAN! lo tinggal duduk tenang, masukin nilai rapor lo yang belum tentu itu hasil LO SENDIRI, KUOTANYA GEDE, dan lo tinggal nunggu hasilnya tanggal 25 mei. Dan pas teman-teman lo lagi berjuang untuk masuk PTN lo tinggal MELENGGANG DAFTAR ULANG KE PTN TERSEBUT. kurang enak apalagi cobak? tapi tau ga sih lo, apa yang disebut terbuai dengan kemudahan yang diberikan Allah? Seandainya gini. Lo dapet kesempatan buat ikut "itu" . dengan rapor yang bukan HASIL KERJA KERAS LO SENDIRI, dengan rata-rata 90 itu. Lo milih jurusan dengan TINGKAT KESULITAN RELATIF TINGGI, alias favorit, dan lo GA SADAR DIRI banyak yang lebih pantes dari lo diluar sana. Lo ga belajar lagi buat SNMPTN TULIS karena lo ngerasa bakalan dapet undangan. lo lupa diri, lo lupa sama yang nyiptain elo...