Skip to main content

Menuju tahun ketiga

Gila, lama-lama ini blog cuma tiap akhir semester di updatenya -_-

ga kerasa semester empat yang berat dan super parah udah berakhir hahahhahaha
ip juga udah keluar lho~
Alhamdulillah banget deh semester ini hahahahai
tp masih ada yang T nih semoga aja bagus , aamiin~

di semester ini kayaknya banyak pelajaran ipa-ipaan deh
konstruksi, tata cahaya.
ya ga ada ruginya juga kan jadi anak ipa dulunya >:)
karena saya kangen belajar ipa-ipaan jadi senang sama pelajaran beginian
ya semacam nostalgia (?)

semester ini aku juga parah banget
ga pernah nyatat rapi, ga nyatat ulang lagi di kosan.
terus catatan selalu di kertas-kertas yang bertebaran dimana-mana dan hilang sehingga akhirnya cuma motoin catatan debby atau isti -_-
kamar juga sering banget berantakan, eh tapi udah pindah kamar ding ke kamar sebelah hahahaha.
ada matkul yang hampir ngulang gara2 friday syndrome yang selalu datang setiap orang sholat jumat --"
mulai sibuk sekali (?) karena ada les #apasih
stress tingkat dewa saat bikin mebel-metodologi-uas konstruk-porto dalam waktu 2 minggu kurang tidur udah kaya zombie dan jadi tepar di minggu ini

tapi.. semuanya sudah berlalu ahhahaha >:)

pokoknya...

semangat...
semester depan (mungkin) akan lebih berat...

bonus nih screenshot porto semester ini


+ poster desain mebel yang modelnya mamah saya --"


sekian postingan menebus dosa karena meninggalkan blog tua ini
selamat tersesat!

Comments

Popular posts from this blog

Tech(people)logy

Tech(people)logy adalah istilah yang saya ciptakan disaat ingin membuat artikel ini. Di masa sekarang, orang sudah menganggap teknologi seperti sebuah ideologi. Maksudnya, mereka lebih mengutamakan teknologi dibandingkan hal yang lainnya. Dalam hal ini kita dapat melihat sisi positif dan negatifnya. Sisi negatif. Oke, kenapa saya memulai dari sisi negatif? Karena manusia biasanya belajar mencari kesalahan terlebih dahulu untuk memperbaiki dirinya. Ada beberapa sisi negatif attitude orang indonesia terhadap teknologi di masa sekarang, antara lain: 1. Disconnect to connect Istilah ini saya dapatkan di sebuah video iklan dari Thailand, it really touching !! See it : Berdasarkan video di atas, dapat diartikan bahwa orang-orang memutuskan hubungan di kehidupan nyatanya untuk berhubungan dengan orang-orang di dunia maya. Sadar nggak sih kalau banyak sekali orang Indonesia seperti ini dengan gadget -nya? Di saat temannya ingin cerita masalah yang berat dia malah sibuk ...

Fotografi dan Frastika Geovani

aku pernah bikin tulisan semacam ini di tahun 2011. tulisan disaat aku telah menetapkan desain sebagai tujuan aku. dan alhamdulillah telah aku jalani sekarang. meski beda jalur dari dkv ke interior. tapi sekarang aku lebih cinta interior :3 lucunya, tulisan aku waktu itu bener-bener kejadian. terutama yang ini  "di design, tugas dan ujian tidak bisa di contek" haha, kita emang ga bisa mencontek tugas dan ujian sama sekali. mau nyontek apa? disini kita dikasih 1 soal dan dosen mengharapkan seribu jawaban sedangkan di jurusan sebelah dosen memberi satu soal dan mengharapkan satu jawaban yang sama. ini yang bikin aku betah, aku senang di perkuliahan. beda banget sama sma, aku bikin rumus baru atau cara lain untuk menemukan jawaban suatu soal malah salah, padahal jawabannya benar :( aku ga suka banget sama contek-contekan. bukan hanya karena prinsip ini aku pegang sejak kecil. tapi.... siapa juga yang ga kecewa usaha dia belajar dikalahkan dengan mbah goog...

senampeteen undangan

#postingan ini hanya sekedar opini, dan bukan bermaksud untuk hal apapun. semoga bisa dijadikan bahan acuan untuk sistem pendidikan bagi generasi berikutnya. SEMUA ORANG PASTI MAU IKUT SNMPTN UNDANGAN KENAPA? ADUUH GAMPANG MAN! lo tinggal duduk tenang, masukin nilai rapor lo yang belum tentu itu hasil LO SENDIRI, KUOTANYA GEDE, dan lo tinggal nunggu hasilnya tanggal 25 mei. Dan pas teman-teman lo lagi berjuang untuk masuk PTN lo tinggal MELENGGANG DAFTAR ULANG KE PTN TERSEBUT. kurang enak apalagi cobak? tapi tau ga sih lo, apa yang disebut terbuai dengan kemudahan yang diberikan Allah? Seandainya gini. Lo dapet kesempatan buat ikut "itu" . dengan rapor yang bukan HASIL KERJA KERAS LO SENDIRI, dengan rata-rata 90 itu. Lo milih jurusan dengan TINGKAT KESULITAN RELATIF TINGGI, alias favorit, dan lo GA SADAR DIRI banyak yang lebih pantes dari lo diluar sana. Lo ga belajar lagi buat SNMPTN TULIS karena lo ngerasa bakalan dapet undangan. lo lupa diri, lo lupa sama yang nyiptain elo...