ada cerita panjang dibalik foto ini
Aku adalah anak pertama dari anak-anak pertama. Nah bingung?
Mama adalah anak pertama, Papa adalah anak pertama, dan aku adalah anak pertama.
Jadi otomatis aku adalah cucu pertama dari kedua belah pihak, mama dan papa.
Dan jadi yang tertua diantar semua sepupu-sepupu.
Sebagai cucu tertua, kadang aku ngerasa punya banyak beban.
Tapi juga ngerasa aku yang paling beruntung diantara mereka.
Aku yang paling dapat banyak kasih sayang karena aku yang lahir duluan, paling lama dimanja.
Tapi bebannya aku harus jadi yang terbaik, biar ngasih contoh yang baik untuk mereka.
Aku berusaha keras agar mereka juga berusaha keras. Aku pengen mereka semua sukses.
Aku berusaha bikin patokan tertinggi untuk mereka raih agar semangat dalam menjalani kehidupan yang keras ini.
Ya untuk saat ini sudah lumayan tercapai kan ?
Aku punya 20an sepupu dan belasan diantaranya masih kecil-kecil seperti boncel-boncel.
Dan aku akan bercerita tentang salah satu sepupu yang terlibat dalam foto diatas.
Dia bernama Najla.

Najla yang paling depan pake baju biru.
Najla adalah sepupuku yang paling awet hiperaktif dan bawelnya. karena yang lain udah pada hilang keceriaan masa kecilnya, gatau kenapa. Padahal dulu najla paling kalem gitu, tiba2 setelah masuk sd jadi cerewet, eh yang dulunya cerewet pas masuk sd jadi kalem, nah pusing #kebanyakansepupu
Waktu kecil dia mirip sekali sama anak-anak jepang. Mungkin pengaruh papanya pernah kerja di jepang (?) Tapi sekarang udah rada hilang yah sipitnya hihihih. Najla dari kecil udah lengket gitu sama aku, ya semuanya sih lengket hahahha #kaktikaidolasemua. Tapi aku n najla jarang ketemu karena rumah dia jauh, jadi paling ketemunya cuma tiga kali setahun gitu.
Alkisah 3 hari yang lalu si najla ke rumah, dan nginep. Dan dia sudah besar! sudah kelas 3 sd whoaa (padahal lebaran tahun kemaren juga ketemu tik lebay ah--") Ternyata dia anaknya hobi banget ngegambar dan belajar gitu, serta bersih-bersih! Oh ya dia juga addict banget sama yang namanya dandan ga tau kenapa -.- Dia suka gitu ngeliat orang dandan, suka kepo itu kosmetik apa, suka pakai inai, buset dah aku aja yang udah umur segini masih... hmmmm oh okey -___-
Ya karena hobi kita sama yaitu bersih-bersih (?) #boongbets akhirnya kita bersih-bersih rumah dan kamar, sampai akhirnya si najla menemukan kotak ajaib seperti make up bermerk koi, dan ternyata itu cat air. Hobi gambarnya langsung keluar laaaaaah gila, langsung dah tu anak ngegambar macam2 trus pake cat air ala dia gitu. Sesuai ajaran pak prim, anak kecil mah dibiarin aja berimajinasi dan berkembang dengan sendirinya, jangan sampai kita mematikan kreatifitasnya gitu. Ya aku biarin aja dia menggambar ga aku perbaikin gitu gambarnya kan, sampai akhirnya aku ngantuk dan tertidur.
Bangun-bangun, cat air sudah berlepotan di lantai dan cat air aku mungkin udah habis seperempat --' cat air yang bahkan belum pernah aku pakai -_______________-
Awalnya kesel gitu kaan gelaa cat air aku beli mahal broooh abis dan belum aku pake, terus mana ilang gitu tutupnya dan busanya pokoknya udah ga lengkap dah jadi rada kesel gitu.
tapi tetiba aku ingat percakapan dengan najla di hari sebelumnya.
"Najla kalau udah besar mau jadi apa? Jadi desainer (aamiin) aja yuk kayak kak tika kan najla hobi gambaar"
"Iya kak! najla mau jadi desainer !"
"Yauda kalau gitu najla desainer baju ya dan kakak desainer rumah (ya biar desain interior lebih mudah dimengerti sama anak2 --") nanti kita bikin kantor bareng gituuu"
"Nanti najla yang bikinin baju kakak yaa semua-muanya"
(btw ini percakapan dengan anak kelas 3 sd --" lupa gimananya dan terlihat tidak natural ya hahaha ya kira2 seperti ini lah)
" Jadi kalau besok ada yang nanya cita-cita najla, najla jawab apa?"
" Jadi desaineeeeeeeeeeeeeeeeeeer "
(yes seorang sepupu masuk perangkap dunia gemerlap (?) desain hahahaha >:) )
Daan sebagai seorang cucu tertua yang baik dan ingin sepupu-sepupunya sukses, aku ikhlaskan cat air aku dibawa najla pulang kerumahnya agar dia berlatih dan bisa pro. >:)
Lalu akupun izin pergi bukber kelas dan kata papa najla mereka bakalan pulang nanti, Yauda aku pergi biasa aja soalnya kalau anak kecil dibilangin " daah najlaa nanti kita ketemu lagi yaa" biasanya bakalan nangis dan ngambek gamau pulang #lahgeer.
Malemnya aku bingung kok itu sticky notes banyak banget nempel di papan tulis, perasaan kemaren si najla ga nempelin sebanyak itu, tapi ga peduli lah.
Eh tadi...
pas aku baca... ternyata..
" Sahabat terbaikku adalah.."
" Kak tika "
Speechless.
Aku ga nyangka anak kelas 3 sd udah berfikiran tentang sahabat terbaik.
Dan itu aku.
Aku yang cuma 2 hari ketemu dia setelah setahun ga ketemu.
Aku yang sempat rada ngambek ke dia cuma biar dia nyari tutup kuas cat air yg dia hilangin.
Aku yang kadang ga peduliin dia dan sibuk tidur/nonton.
Anak kecil aja bisa setulus ini.
Dan ikhlas.
Dan positif thinking.
Kenapa kita ga?
Kenapa kita sebagai orang dewasa selalu merasa sendiri.
Merasa tak ada sahabat terbaik.
Merasa tak ada yang peduli.
Padahal, mungkin.
Orang yang peduli sama kita adalah orang yang tidak sering kita perhatikan.
Dan terkadang kita abaikan.
Tapi ternyata dia tulus dan baik kepada kita.
Sekarang aku mengerti.
Sahabat terbaik bukannya dicari.
Tapi dia datang sendiri.
Dia ada meskipun kadang kamu tidak menyadari.
Maka dari itu, tetaplah menjadi orang yang baik ke semua orang.
Karena kamu ga mau kan menyakiti "sahabat terbaik" mu ? :')
-Frastika Geovani, yang galau karena pesan tulus dari seorang anak kecil-
thanks to Najla, yang telah mengajarkan sedikit pelajaran kehidupan.
Padang, 24 Juli 2014
1.35 AM

Comments